Permasalahan Palestina tidak lepas dari sejarah Islam, Islam telah beberapa kali membebaskan kota Al-Quds. Ketika Al-Quds dikuasai umat Islam, maka kedamaian dirasakan oleh umat manusia secara keseluruhan, berbeda dengan penguasa lainnya yang pernah menguasai wilayah itu. Ada korelasi yang kuat antara kekuatan umat dan status Al-Quds, tempat mulia itu menjadi barometer kekuatan umat. Ketika umat ini kuat maka Al-Quds bisa dibebaskan dan kembali dalam pangkuan Islam, begitu pun sebaliknya tatkala umat ini lemah maka tempat yang mulia itu akan jatuh ke pihak lain. Palestina yang didalamnya ada Masjidil Aqsha merupakan tanah yang diperebutkan sejak dulu karena betapa strategisnya wilayah itu, pintu gerbang 3 benua : Asia, Eropa dan Afrika. Siapa yang menguasai Palestina, ia menguasai dunia.

Lalu, bagaimana kaitannya Masjid dan permasalahan Palestina? Masjid merupakan sumber kekuatan umat ini, dia poros utama dalam menggerakkan semangat Islam kepada masyarakat, disanalah sumber-sumber pengetahuan Islam disebarkan, disanalah tempat mendidik anak-anak, disanalah tempat taklim ibu-ibu, disanalah disampaikan khutbah Jum’at kepada para bapak dan anak laki-laki, disana dilakukan kajian-kajian, ajang silaturahmi dan konsolidasi umat dilaksanakan. Kegiatan Masjid makmur maka, kemakmuran umat akan ikut terdorong dan inilah cikal bakal kekuatan umat. Kembali pada paragraf diawal tatkala umat ini kuat, maka Al-Quds akan bisa kita bebaskan insya Allah, Allahu Akbar.

Jelaslah runut masalahnya, kita harus memperkuat manajemen Masjid, untuk kemudian mengaplikasikan program-program kerjanya yang memberi kebermanfaatan kepada kehidupan masyarakat (umat). Ketika umat sudah mengaplikasikan Islam dalam sendi-sendi kehidupannya maka keberkahan Allah turun, kekuatan umat tinggal menunggu waktu.

Berikut ada beberapa hal aplikatif bagaimana peran Masjid untuk membantu permasalahan Palestina, yaitu 3D (Do’a, Dukungan dan Donasi) 3D ini harus terus digalakan disetiap Masjid. Selain itu ada hal aplikatif lainnya yaitu :

  1. Angkat Tema Masjid Al-Aqsha / Palestina di mimbar Khutbah. Agar seluruh jamaah memahami betul apa yang terjadi di Palestina hingga detik ini. Ini adalah upaya untuk menumbuhkan rasa simpati dari umat Islam. Tidak sempurna iman seseorang muslim sehingga ia memiliki perhatian terhadap nasib saudaranya seiman.
  2. Angkat Tema Masjid Al-Aqsha / Palestina di Pengajian/Taklim. Misalkan, kajian tentang Sirah Nabawiyah. Bisa diceritakan bagaimana kisah kiblat pertama umat Islam di mata Rasulullah SAW. Begitupun halnya dengan sikap beliau dalam menghadapi kaum Yahudi yang ada di Madinah sehingga memahami betul karakter bangsa Yahudi seperti apa?
  3. Takmir Masjid Memasang Pajangan Masjid Al-Aqsha. Sangat elok kiranya apabila pajangan bersejarah yang ditempel di dinding Masjid tidak saja Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tetapi juga Masjid kiblat pertama umat Islam, yakni Masjid Al-Aqsha. Ini sangat penting untuk mengingatkan jamaah akan keberadaan Masjid suci Al-Aqsha yang sampai saat ini selalu dinista oleh para pemukim Yahudi dan bala tentaranya.

Itulah diantara ikhtiar kita dalam kontribusi untuk proses pembebasan Palestina dari cengkeraman penjajah Zionis, semoga Allah meridhoi setiap gerak langkah kita. Umat Islam kuat, Palestina merdeka, Allahu Akbar.

(erzaen/S:ASPAC FOR PALESTINE, Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha)