Masyarakat Peduli Al-Aqsha (MPA)

Masjid al-Aqsha merupakan masjid kedua yang dibangun diatas muka bumi, dan sebagai kiblat pertama Umat Islam. Bahkan sering disebut-sebut dalam al-Qur’an sebagai tempat yang penuh keberkahan dan tempat suci (al-Quds). Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallammenganjurkan yang sangat untuk berziarah Masjid Al-Aqsha: “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)“. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Al-Aqsha yang artinya jauh. Masjid yang jauh dari Makkah. Merupakan masjid yang terletak di Baitul Maqdis di Palestina. Dan Palestina merupakan bumi yang banyak dilahirkan para Nabi dan berdakwah disana, bahkan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pun ketika peristiwa Isra Miraj shalat di dalamnya.

Pada tahun 1897, Orang-orang Yahudi, menggelar Konggres Zionisme pertama di Kota Bazel, Swiss. Yang menghasilkan program mendirikan Negara Israel di negara Pelstina. Dan dibentuk tim perjuangan menuju Negara Israel (Program Protocol 1897–1997),
harus berhasil menguasai seluruh Palestina. Dan tokohnya bernama Theodor Herzl.

Sehingga pada tahun 1907 Mulai pengerahan orang-orang Yahudi dari berbagai negara dikirim ke Palestina, sedikit demi sedikit menduduki wilayah Palestina. sampai saat ini israel terus berusaha menguasai palestina dan mengganti Masjid Al-Aqsha dengan Kuil.

Ketika bangsa Belanda dan sekutunya menjajah Indonesia selama 350 tahun. Bangsa dan rakyat Palestina-lah yang pertama kali membantu perjuangan
Bangsa Indonesia dalam meraih Kemerdekaannya, pada saat bangsa-bangsa
lain tertidur dan belum berani memberikan dukungannya. Mufti Besar Palestina Syeikh
Muhammad Amin Al Husaini, melalui radio Berlin berbahasa Arab menyata-
kan dukungan atas nama bangsa Palestina kepada Ke-
merdekaan Indonesia. Padahal ketika itu Palestina masih dijajah oleh Isreal.

Ketika bangsa Indoensia sudah merdeka pada tahun 1945, sedang bangsa Palestina masih memperjuangkan kemerdekaannya. Sebagai balas jasa terhadap rakyat dan bangsa palestina semestinya bangsa Indonesia juga membantu untuk kemerdekaan Palestina.

Pada tahun 1962, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bung Karno, menegaskan: “… selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel’,

Ini merupakan pernyataan bahwa Inonesia sebagai sebuah bangsa terus berusaha memperjuangkan kemerdekaan palestina dan menentang segala bentuk penjajahannya. Sehingga dalam pemukaan Undang-Undang Dasar NRI. Tertulis “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Selama masih ada penjajahan, selama itu pula bangsa Indonesia berdiri menentangnya.

Karenanya, Masyarakat Peduli Al-Aqsha (MPA) yang berdomisili di Kab.Bekasi merupakan salah satu lembaga kemanusiaan yang konsen dan peduli terhadap permasalahan Masjid Al-Aqsha dan isu kemanusiaan Palestina. Sejak berdiri pada bulan Juli 2017 telah banyak menyelenggarakan kegiatan Edukasi, sosial dan seni untuk menggalang dana dan opini untuk kemerdekaan palestina.